Etika Profesi di dunia pendidikan -Karena Tak Bisa Baca, Siswa 10 Tahun Dipukuli Guru hingga Tewas






Karena Tak Bisa Baca, Siswa 10 Tahun Dipukuli Guru hingga Tewas








Liputan6.com, Kenya - Setiap guru pasti memiliki berbagai cara untuk mendisiplinkan para siswa di sekolah. Namun begitu, cara yang digunakan beberapa guru terkadang terlalu berlebihan hingga menyakiti anak-anak secara fisik dan emosional.

Seorang guru dari Nairobi, Kenya, baru-baru ini menjadi sorotan masyarakat setempat. Sang guru terbukti telah menyebabkan seorang siswi berusia 10 tahun meninggal dunia hanya karena dia tidak bisa membaca.
Dilansir dari Viral4real, Jumat (3/2/2017), kisah bocah malang bernama Joy Wangari ini bermula ketika sang guru mulai memukul Joy di bagian kepala setelah mengetahui jika ia tidak bisa membaca.
Guru dari Sekolah Dasar (SD) Mukandamia itu kemudian mendesak dan meminta teman sebangkunya Joy untuk ikut memukulinya juga.
Orangtua Joy, Mary Wanjiku mengatakan, "Teman sebangkunya diperintahkan untuk mengajarinya cara membaca dan memukulinya jika dia tidak bisa. Guru pun mulai memukul punggungnya ketika bocah itu mengatakan jika Joy tidak bisa membaca."
Setelah itu, Joy diketahui meminta izin kepada kepala sekolah untuk pulang lebih awal. Bocah malang itu pun segera pulang. 
Melihat kondisi bocah yang tinggal bersama neneknya yang berusia 86 tahun itu, tetangganya, Ann Wairimu, segera menemuinya.
"Saya mengunjungi bocah itu di rumah. Ia tampak sangat lemah dan mengeluh sakit di perut dan punggung. Dia bilang telah dipukuli oleh guru dan teman sekelasnya," jelas Ann.
Empat hari setelah pemukulan itu, Joy dibawa ke rumah sakit karena luka di tubuhnya semakin buruk. Namun sayang, setelah menjalani perawatan, Joy menyerah dan meninggal dunia di rumah sakit.
Direktur Pendidikan Kamemba Kamande menyatakan, "Kami belum mengambil tindakan disipliner terhadap siapa pun. Tapi, jika kita menemukan salah satu guru bersalah, kami akan mengambil tindakan," katanya.
Kini, kepolisian setempat tengah menyelidiki kasus tersebut untuk mencari tersangka kekerasan pada seorang bocah.
(Ul)

 Menurut Pendapat Saya :

Apriliana Nurdiani - 150101006

Seorang guru sebagai pendidik adalah seorang yang telah berjasa besar bagi masyarakat dan bangsa.seorang guru mempunyai kepribadian yang khas disatu pihak guru harus ramah,sabar,menunjukkan pengertian,memberikan kepercayaan dan menciptakan suasana aman dan setiap guru pasti memiliki bebagai cara untuk mendisiplinkan siswa di sekolah. Namun begitu,cara yang digunakan beberapa guru terkadang terlalu belebihan hingga menyakiti anak-anak secara fisik dan emosional.
Peristiwa pemukulan terhadap murid yang dilakukan seorang guru di Nairobi,Kenya tak bisa diterima akal sehat. Pasalnya,murid tak bisa membaca dipukuli guru hingga tewas. Tindakan kekerasan guru ini  sungguh sudah keterlaluan.Memukuli muridnya sampai mengakibatkan kematian .Ini bukan mendidik lagi namanya ,karena para orang tua menitipkan anak mereka untuk dididik untuk menjadi anak yang pintar dan sebagai penerus bangsa bukan sebagai sasaran pemukulan ,melakukan perilaku kejahatan harus mendapatkan hukuman pidana .Tak cukup hanya sanksi mutasi,pemberhentian mengajar dan pemecatan.Lebih dari itu, tindakan pemukulan harus diproses secara hukum dan dihukum seberat-beratnya. Karena sudah menghilangkan nyawa seseorang itu adalah suatu kejahatan.

Komentar